Senin, 30 November 2009

Tetap Bertahan

bermalam-malam menanti pagi
tak terasa menjadi mimpi buruk,


tak ada lagi yang bisa dipertaruhkan
aku mencari-cari di dalam kegelapan
itukah yang akan terjadi?

ruang dan waktu kini terasa sepi
tak mampu lagi membangkitkan jiwa yang hampir mati
aku dan waktu mungkin menyatu.
tapi....

Aku mungkin bisa berkata "iya"
tapi Tuhan?
keyakinan yang kupegang akan terbayang,
keresahan yang kurasakan menjadi teman
dan kerinduan-kerinduan yang menjelma menjadi dendam

itukah hal yang harus mampu kupertahankan?

Mencari teman yang hilang

pada akhir tahun 2005, tepatnya pada bulan ramadhan hari ke 18an. saya pergi ke kalimantan untuk melepas rindu pada Pak Karimun dan Bu Imbuh.
di perjalanan aku berkenalan dengan orang-orang.
mereka berasal dari berbagai kalangan.
yang pertama adalah seorang buruh dengan anaknya. dia adalah orang asli Leksono yang merantau di kalimantan. anak buruh itu seumuran dengan saya. di sepanjag perjalanan saya bersama mereka. saat itu saya baru pertama kali naik kapal laut. banyak hal2 yang belum saya ketahui. mereka lah yang mengajari saya hidup di kapal. (ce ile).

yang kedua adalah seorang satpam yang bekerja di sebuah PT kelapa sawit. hem, orangnya sudah tua tapi masih seperti anak muda saja. di kapal "sirimau" yang saya tumpangi dilengkapi dengan bar dan bioskop.
setiap saat film yang akan ditayangkan diumumkan. sebenarnya pengen sekali nonton, tapi selalu saja ujung-ujungnya diembel2i dengan "untuk usia 21 plus". dan bapak satpam ini selalu saja mengajak saya pergi ke bar. spontan saja saya menolaknya dengan halus. hi atuuuut.... tua-tua kok aneh.

yang ketiga adalah seorang pemuda penjaga cafe di sirimau. ia mengaku bernama ady. saya sempat bertukar nomor hp dengan dia. kenalan dengan dia membuatku lebih nyaman berada di cafe. meski hanya sesekali dia memberi gratisan. hihihi.... oya, untuk orang pertama dan kedua saya lupa namanya.

yang ketiga adalah seorang mahasiswa dari universitas diponegoro yang lumyan ganteng. hahahahaha. sebagian besar orang pergi dengan membawa banyak barang. sedangkan dia hanya satu tas kecil. selanjutnya akan saya ceritakan di bawah.

saat kembali ke wonosobo, saya diantar oleh Pak Karimun.
begitu sedih hati saya saat itu, sempat menikmati kebersamaan sekitar 15 hari.

saya pulang menggunakan kapal yang sama.
di pelabuhan Batulicin aku kembali bertemu dengan mahasiswa undip yang terlihat kaya itu lagi.
di awal perjalanan aku sama sekali tak bertutur sapa dengan dia. hanya memperhatikan diam-diam.
tapi saat pulang aku tak bisa menahan diri untuk menyapanya. sksd gitu deh.

huh,,,,, dah cape. tak lanjutin besok aja.
masih banyak hal yang belum saya ceritakan

Gajah Mada, Langit Kresna Hariadi

baru separo aku membaca buku itu. awalnya aku tidak terusik ketika seorang sahabat membawa-bawa buku itu. tapi akhir-akhir ini aku lagi pengen mbaca buku2 tentang sejarah, sebenarnya lebih tepatnya wayang. mengapa demikian?? semenjak punya modem fb selalu menjadi bagian keseharianku dan itu membuatku selalu menjadi orang yang suka baca (baca status dkk). hem, ada seorang temen fb yang sering menulis catatan dalam bentuk puisi. puisi-puisi tersebut bercerita tentang wayang. dan tampaknya cerita wayang itu hampir sama dengan cerita kehidupan sekarang. dari situ aku pengen baca. masa orang jawa tidak tau cerita wayang?? tapi sampai sekarng belum dapat buku yang tepat. Gajah Mada deh yang jadi pelampiasan.

Gajah Mada ternyta tidak semembosankan yang kukira.
membaca buku itu sedikit memberiku pemahaman tentang sejarah kerajaan majapahit. dalam buku itu Gajah Mada dikisahkan sebagai seorang "bekel". bekel adalah tataran prajurit atau apa lah yang berada di bawah Senopati. di atas senopati ada Tumenggung. meskipun hanya seorang Bekel ia mempunyai tingkat kecerdasan yang tinggi.
di awal buku itu diceritakan bahwa kerjaan majapahit yang saat itu dipimpin oleh Kertajaya (anakWijaya) sedang mengalami "makar". makar mungkin pemberontakan kali ya? makar dilakukan oleh Ra Kurti yang baru saja mendapat anugrah Winehsuka dari sang raja. Ra kuti berhasil menduduki kerajaan, namun ia tidak berhasil membunuh Kertajaya. ia telah diselamatkan oleh Gajah Mada melalui lorong dari kediaman raja menuju kepatihan. semua cerita sampai akhir mengisahkan usaha Gajah Mada membalas Ra kuti.
!

dari segi penyampaian, Hariadi masih agak monoton menurut saya.
terkadang ada beberapa kalimat atau kata yang diulang-ulang.
sering kali dijumpai kata/frase " Kertajaya yang mempunyaia nama asli kal.... (lupa,,,, susah menghapal nama)".
meski demikian, aku sangat senang membaca buku ini karena isi cerita menarik dan meerupakan hal baru bagiku. sedikit aku teringat dengan sinetron kolosal berjudul "Angling Darma".
ide-ide cerdik dari bekel Gajah Mada sebagai ketua pasukan Bhayangkara membuatku terkagum-kagum.

Rabu, 25 November 2009

21 Februari 1989

21 Februari 1989
terindah, teristimewa
sepasang suami isteri
bahagia bergelimangan suka

sembilan bulan
bukanlah hal yang berarti
akulah arti semua itu

melawan beratnya
menahan sakit
untuk sebuah kehidupan baru

haruskah ini takdir??
Bukan.
ini pengorbanan yang selalu diinginkan

mentari menyambutku
mengusap dengan cahayanya
lembut membelai tubuhku

indah kutatap dunia baru
bersama pahlawanku
ibu............................





Yogyakarta, 16 Februari 2007

Minggu, 22 November 2009

contoh surat lamaran pekerjaan

ini adalah surat lamaran pekerjaan yang aku tujukan pada salah satu bimbel di jogja. aku buat tanggal 31 oktober. tapi sampai sekarang belum aku kirim2 juga...

Yogyakarta, 31 Oktober 2009


Yth.
Pimpinan Lembaga Arka Paramita
Di Yogyakarta


Dengan hormat,
Sehubungan dengan adanya informasi lowongan pekerjaan di internet, saya bermaksud mengajukan lamaran menjadi tenaga pengajar (tentor) untuk siswa Sekolah Dasar atau bidang studi Bahasa Indonesia. Saya mahasiswa jurusan Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, Universitas Negeri Yogyakarta, semester tujuh dengan IPK 3,58 (skala 4).
Sebagai bahan pertimbangan, bersama ini saya lampirkan foto ukuran 3 × 4, daftar riwayat hidup, dan transkrip nilai.
Besar harapan saya apabila Bapak/Ibu berkenan memberikan kesempatan kepada saya untuk menjadi tenaga tentor di lembaga les privat yang Bapak/Ibu pimpin. Atas segala perhatian dan kesempatan yang diberikan, saya ucapkan terima kasih.

Hormat saya,


Khayatun





semoga bermanfaat.